saltum (salah kostum)
Selasa pagi yang indah, matahari bersinar cerah, langit biru dihiasi awan putih yang selalu setia menemani. Udara begitu segar, saya menghirup nafas panjang menikmati udara pagi yang belum tercampur polusi kendaraan. tapi lama kelamaan dingin juga. Kala itu saya lupa mengenakan jaket.
Mulai jalan gejayan terlihat begitu gagahnya gunung merapi. Saya bisa melihatnya dengan jelas, kokoh, kuat, dan di kelilingi awan putih yang menambah keelokannya. Seperti biasa, saya berhenti di lampu merah perempatan condong catur. Saya berhenti cukup lama, di detik ke 125. Saya ambil kamera, dan 'cekrik' satu gambar yang cantik saya ambil dari kamera ponselku. Tetep keren, gumam saya dalam hati.
Lampu merah berlalu, kendaraan saya melaju menyusuri jalan yang hampir setiap hari saya lewati. Sesampainya di turunan jalan ke arah candi indah, saya kembali takjub dengan pemandangan yang ada di depan mata saya. Gunung merapi semakin terlihat jelas, sangat-sangat jelas Waah maasyaallah, indah sekali ciptaan-Mu. Saya ingin melihatnya setiap pagi.
Setelah takjub dengan pemandangan alam, saya kembali dikejutkan dengan pemandangan lainnya. Anak-anak terlihat melihat seragam warna biru, saya sendiri memakai seragam warna hijau. Memang, sebelum berangkat saya sempat ragu. Memakai warna hijau atau bukan. Dan saya tidak ingat sama sekalai kalau hari selasa memakai seragam warna biru. Hhh saya malu banget rasanya. Tak mengapalah, saya bisa hemat baju. Apalagi kost saya masih mati air, belum bisa nyuci baji. Hihihi seragam nya dipakai lagi esok hari. Hhha
Komentar
Posting Komentar